Rabu, 16 November 2016

Ekstra Robotik SMA Negeri 3 Boyolali

Ekstrakurikuler robotik

Hai teman - teman, kali ini saya akan berbagi tentanh ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Boyolali. Salah satunya adalah ekstra robotik. Walaupun belum lama, ekstra ini sudah dapat membuat beberapa robot yang sangat bagus. Anak anak robotik disini dibantu oleh ahli robotik dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Lalu apa sih robot itu sendiri?
I. Pengertian tentang robot
Kata “robot” berasal dari bahasa Ceko (Chech), yang berarti “pekerja” (worker). Kata Robot bisa juga berasal dari kata ‘robota’ yang berarti: pekerja Paksa/Sendiri. Robot adalah : merupakan suatu perangkat mekanik yang mampu menjalankan tugas-tugas fisik, baik di bawah kendali dan pengawasan manusia, ataupun yang dijalankan dengan serangkaian program yang telah didefinisikan terlebih dahulu atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Definisi dari “Robot Institute Of America”. 
Bahwa “Sebuah robot adalah sesuatu yang dapat di program dan diprogram ulang, dengan memiliki manipulator mekanik/pengerak yang didisain untuk memindahkan barang-barang, komponen-komponen atau alat-alat khusus dengan berbagai program yang fleksibel/mudah disesuaikan untuk melaksanakan berbagai macam tugas.

II. Sejarah Robot
Robot ditemukan abad XVIII. Kata robot pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis dari Czech yang bernama wright Karel Capek pada tahun 1921. Dan kata “ROBOT” digunakan di New York pada Oktober 1922 pada sebuah pentas theater yang berjudul “RVR”, Tahun 1956, UNIMATION memulai bisnis tahun 1972 dan mendapat keuntungan yang tinggi dari penjualannya.

Robot makin populer setelah ada film Starwars dan Robot R2D2 yaitu sekitar tahun 70-an.

Para ilmuwan biologi pada saat itu ingin menciptakan makhluk yang mempunyai karakteristik seperti yang mereka inginkan dan menuruti segala yang mereka perintahkan, dan sampai sekarang makhluk yang mereka ciptakan tidak pernah terwujud menjadi kenyataan.

Tahun 1941, barulah istilah robotics digunakan dalam teknologi robot oleh penulis fiksi ilmiah Isaac Asimov. Dia juga memprediksi akan munculnya robot-robot industri canggih dimasa datang. Jika kita lihat hari ini, maka apa yang dibayangkan olehnya terbukti dimana begitu pesatnya perkembangan robot-robot industri saat ini. Istilah revolusi robot atau era robot sudah menjadi hal biasa untuk menjelaskan perkembangan itu. Robotics diterima sebagai istilah atau kata untuk mendeskripsikan semua kemajuan teknologi yang berhubungan dengan robot.

Tahun 1956 Georde Devil dan Joseph Engelberger membentuk perusahaan robot pertama kali tahu 1956. Devil memprediksi robot akan menjadi bagian penting di industri sebagai operator pabrik dan membantu pekerja dalam menjalankan mesin-mesin pabrik. 
General Motor 1961 pertama kali menggunakan robot untuk pabrik otomotifnya. 
Tahun 1980 Robot industri berkembang dan mulai banyak digunakan oleh perusahaan selain otomotif dimana perkembangan elektronik dan computer membuat robot modern lahir.

Pada abad modern bermacam-macam robot dicipta dan digunakan dalam industri, rumah sakit, transportasi, pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Seperti robot yang digunakan untuk mengecat mobil, robot yang digunakan untuk merakit komponen elektronik dan juga humanoid robot yaitu robot yang memiliki muka, yang mampu berjalan dan bertindak seperti manusia.

Sejarah tentang SMA Negeri 3 Boyolali

Hai kawan, saya akan berbagi tentang sejarah SMA Negeri 3 Boyolali. Langsung saja oke;) Dalam rangka alih fungsi Spg/spo menjadi Smta sesuai dengan keputusan Direktur Jendral  Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan No.178/c/kep/1989 Tentang Pedoman Pelaksanaan Alih Fungsi Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Guru Olah Raga menjadi Sekola Lanjutan Tingkat Atas lainnya.Maka pada tahun 1989 spg/spo alih fungsi menjadi SMA Negeri 3 Boyolali yang terdiri dari 4 kelas,karena untuk kelas ii,dan kelas iii masih siswa siswi spg.Kemudian pada tahu pelajaran 1989/1990 menerima 6 kelas,sehingga jumlah kelassaat itu menjadi 10 kelas.Padawaktu itu spg/spgoberalamat dijalan pandanaran No.169 Boyolali, Kemudian pada tahun 1989 pindah mnempati gedung di Jalan Perintis Kemerdekaan (0276) 324586, (57316) Pulisen , Boyolali sampai sekarang. Sekolah ini awalnya berdiri di Bank BPD yang lama hingga sekarang menjadi simpang lima Boyolali sampai akhirnya  pindah mnempati gedung di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Paskibra SMA Negeri 3 Boyolali

Hai teman - teman, kali ini saya akan berbagi tentang Paskibra SMA Negeri 3 Boyolali.

Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Wali Kota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Merdeka). Anggotanya berasal dari pelajar SMA Sederajat kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus.
Selama waktu seleksi sampai 16 Agustus, seorang anggota calon Paskibraka dinamakan "CAPASKA" atau Calon Paskibraka. Pada waktu penugasan 17 Agustus, anggota dinamakan "PASKIBRAKA", dan setelah 17 Agustus, dinamakan "PURNA PASKIBRAKA".
Pada tahun ini, siswa siswi SMA N 3 Boyolali banyak yang lolos pada seleksi menjadi pasukan pengibar bendera pada tingkat kabupaten dan juga provinsi. Untuk tingkat kabupaten, cukup banyak anak yang lolos dalam seleksinya. Dan yang membanggakan, ada anak yang lolos dalam seleksi pengibaran bendera di tingkat provinsi, walaupun hanya satu anak.

Dewan Ambalan SMA Negeri 3 Boyolali

Hai kawan, kali ini saya akan berbagi tentang Dewan Ambalan SMA Negeri 3 Boyolali.
Dewan Ambalan 

  Menurut PP Nomor : 176 TAHUN 2013 Tentang Petunjuk penyelenggaraan Pola dan mekanisme pembinaan Pramuka penegak dan pramuka pandega. Organisasi dalam Pramuka penegak ada Dewan Ambalan dan Dewan Kehormatan. 
Dewan ambalan menjadi salah satu organisasi aktif di SMA N 3 Boyolali.

Ambalan merupakan satuan terpisah antara ambalan putra dan ambalan putri, sehingga Dewan Ambalan pun juga terpisah antara putra dan putri.Pengurus Dewan Ambalan diketuai oleh Pradana dan Anggotanya dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga. Dewan Ambalan putra diketuai oleh Pradana Putra dan Dewan Ambalan Putri diketuai oleh Pradana Putri. Seorang pimpinan sangga yang terpilih menjadi seorang Pradana tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin sangga.
Susunan Pengurus Dewan Ambalan :
1.       Seorang Ketua yaitu Pradana;
2.       Seorang Wakil Ketua;
3.       Sekretaris yang disebut Kerani;
4.       Bendahara/ Juru Uang yang mengatur keuangan dan harta benda milik ambalan.;
5.       Juru Adat/ Pemangku Adat  ; yakni pemimpin tata cara adat ambalan, pada hakekatnya adalah penjaga kode etik ambalan.
6.       Beberapa Pengurus sesuai kepentingan/ kebutuhan, misalnya:
a.        Seksi Kegiatan
b.        Seksi Perlengkapan
c.         Seksi Evaluasi
d.        Dsb.
Dewan Ambalan mempunyai massa bakti 1 tahun dan  dan bersidang sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.


Tugas Dewan Ambalan :
Tugas Dewan Ambalan adalah merencanakan dan melaksanakan kegiatan latihan Ambalan serta selalu berkonsultasi dengan Pembina ambalan.
Secara lebih rinci tugasnya antara lain
·         Merancang dan melaksanakan program kegiatan
·         Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
·         Melaporkan pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan kepada pembina gudep
·         Merekrut anggota baru 
·         Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga
Pertemuan Ambalan bersifat formal
·         Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan ada informasi mengenai permasalahan atau agenda yang akan dimusyawarahkan
·         Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam Pramuka
·         Waktu dan Tempat ditentukan lebih dahulu

OSIS SMA Negeri 3 Boyolali

Hai teman - teman, kali ini saya akan berbagi tentang OSIS SMA Negeri 3 Boyolali:)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkatOSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dariSekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.
OSIS sudah sangat melekat dalam suatu sekolah. Mungkin semua sekolah menengah sudah memiliki organisasi ini. Organisasi ini memiliki tugas yang paling banyak diantara organisasi yang lain. 

Kurikulum SMA Negeri 3 Boyolali

Hai teman - teman, kali ini saya akan berbagi tentang kurikulum SMA Negeri 3 Boyolali.

Saat ini, siswa SMA N 3 Boyolali kelas XI dan XII menggunakan kurikulum ktsp. Sedangkan mulai kelas X tahun ini, sudah menggunakan kurikulum 2013. Kelas XI tahun ini adalah tahin terakhir menggunakan ktsp. Berikut adalah penjelasan mengenai kurikulum ktsp :)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)atau Kurikulum 2006 adalah sebuahkurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar, dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Salah satu perubahan yang menonjol pada KTSP dibanding dengan kurikulum sebelumnya adalah KTSP bersifatdesentralistik. Artinya, segala tata aturan yang dicantumkan dalam kurikulum, yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintah pusat, dalam KTSP sebagian tata aturan dalam kurikulum diserahkan untuk dikembangkan dan diputuskan oleh pihak di daerah atau sekolah. Meski terdapat kebebasan untuk melakukan pengembangan pada tingkat satuan pendidikan, namun pengembangan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Ketetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur, dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu padaPermendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi, dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat :
kerangka dasar, dan struktur kurikulum,
beban belajar,
kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru, dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi, dan kondisi lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Ekstrakurikuler SMA Negeri 3 Boyolali

Hai teman - teman, saya akan berbagi tentang ekstrakurikuler SMA Negeri 3 Boyolali. Langsung saja ya..
Salah satu wadah pembinaan siswa di sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya.
Kegiatan-kegiatan siswa di sekolah khususnya kegiatan ko/ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang terkoordinasi terarah dan terpadu dengan kegiatan lain di sekolah, guna menunjang pencapaian tujuan kurikulum.
Yang dimaksud dengan kegiatan terkoordinasi di sini adalah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan program yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya kegiatan ekstrakurikuler dibimbing oleh guru, sehingga waktu pelaksanaan berjalan dengan baik.
Dengan Demikian, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ikut andil dalam menciptakan tingkat kecerdasan yang tinggi. Kegiatan ini bukan termasuk materi pelajaran yang terpisah dari materi pelajaran lainnya, bahwa dapat dilaksanakan di sela-sela penyampaian materi pelajaran, mengingat kegiatan tersebut merupakan Bagian penting dari kurikulum sekolah.
Kegiatan ini menjadi salah satu unsure penting dalam membangun kepribadian murid. Seperti yang tersebut dalam tujuan pelaksanaan ekstrakurikuler di sekolah menurut Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (1987) sebagai berikut:
  1. Kegiatan ekstrakurikuler harus meningkatkan kemampuan siswa beraspek kognitif, afektif dan psikomotor.
  2. Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif.
  3. Dapat mengetahui, mengenal serta membedakan antara hubungan satu pelajaran dengan pelajaran lainnya.
Dari tujuan ekstrakurikuler di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrakurikuler erat hubungannya dengan prestasi belajar siswa. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di ruang kelas dan biasanya yang membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler adalah guru bidang studi yang bersangkutan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler juga siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki. Salah satu ciri kegiatan ekstrakurikuler adalah keanekaragamannya, hamper semua minat remaja dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti pelajaran ekstrakurikuler dan berdampak pada hasil belajar di ruang kelas yaitu pada mata pelajaran tertentu yang ada hubungannya dengan ekstrakurikuler yaitu mendapat nilai baik pada pelajaran tersebut. Biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil dalam berorganisasi, mengelola, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekskul yang digeluti.
Ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Boyolali beragam loh, seperti Wushu, Paskibra, PMR, Senam, Robotik, dan masih banyak lagi. Untuk siswa SMA Negeri 3 Boyolali yang belum ikut ekstra, ayo ikut biar tambah wawasan kita:)